Minggu, 28 Februari 2016

Jenis-Jenis Handle Bar Sepeda MTB

Pada umumnya goweser sepeda gunung lebih banyak mengeluarkan budget untuk kebutuhan gear atau break saja, sedangkan untuk Handle Bar Sepeda MTB masih mengandalkan model lama padahal sekarang sudah bervariasi. Handle bar/ setang mempunyai peranan penting dalam bersepeda, memberikan efek pada posisi  mengarahkan sepeda serta aerodinamis. Oleh karena itu ada baiknya goweser mempertimbangkan memilih handle bar yang tepat untuk kontrol yang baik dan nyaman. Sekarang ini bahan untuk handle bar banyak mengunakan dari serat carbon yang lebih ringan dibanding alumunium, tetapi bagi yang menginginkan kekuatan lebih memilih besi. Dan dari apapun bahan dasar handle bar/ setang sepeda MTB yang dipilih semua kembali kepada selera goweser.
Tipe – Tipe Dari Handle Bar Sepeda MTB
Secara umum tipe dari setang/ handlebar sepeda gunung ada 2 macam, yaitu;


Flat handle bar/ setang lurus, merupakan tipe handlebar asli sepeda MTB, bentuknya sederhana dan dirancang lurus untuk kekuatan dan ketahanan. Dengan handle bar flat akan membuat posisi bersepeda goweser akan maju kedepan (agak membungkuk) dengan siku tertekuk. Handle bar flat cocok untuk trek climb atau cross country.


Riser handle bar/ setang bengkok,  biasanya digunakan untuk bersepeda gunung dengan gaya ekstrim, tetapi sekarang ini menjadi pilihan umumnya goweser MTB yang menginginkan posisi gowes duduk tegak dengan pegangan yang lebar. Raiser handlebar berbentuk lurus ditengah tetapi membengkok sedikit  kemudian lurus untuk tempat rem/ brakes dan pegangan/ grips, mampu meredam getaran sehingga mengurangi kelelahan pada lengan goweser saat melewati trek offroad yang berbatu. Handle bar rise/ bengkok biasa dipakai sepeda MTB untuk jenis trek all mountain, downhill, freeride, dan long travel cross country, semakin ektrim trek yang dilalui semakin dalam bengkok/ raise handle bar yang digunakan.
Lebar Dari Handle Bar Sepeda Gunung/ MTB


 
Sudah aturan baku kalau lebar handlebar/ setang itu sekitar 10 cm lebih lebar dari pundak goweser. Tapi ada juga sebagian yang memilih lebih panjang ataupun lebih pendek dari aturan baku lebar handle bar. Logikanya semakin lebar handle bar semakin mudah mengedalikan sepeda, tapi negatifnya tidak responsif jika hendak berputar cepat dan sering menyebabkan rasa sakit pada pergelangan tangan sampai kadang bisa berasa kebas. Untuk itu ada baiknya pilihlah handle bar yang sesuai dengan tipe sepeda gunung goweser miliki, handle bar yang lebarnya kurang dari aturan baku biasanya banyak dipakai pada sepeda MTB cross country, sekitar 55 sampai 60 cm. Sedangkan tipe sepeda gunung downhill memilih handlebar yang lebih lebar dari aturan baku.
Memilih Ukuran Clamp Handle Bar Sepeda Gunung


Handle bar sepeda gunung/ MTB memiliki 2 perbedaan ketebalan ditengahnya yang sesuai dengan ukuran clamp yaitu; ukuran tradisional 25,4 mm; dan ukuran jumbo 31,8 mm. Handle bar yang berukuran jumbo lebih berat dari ukuran tradisional tapi lebih kuat dan lebih kaku.
Menggunakan HandleBar Ends Atau Tidak


 
Kembali ke soal selera goweser apakah mempertahankan handle bar end atau membuangnya. Handle bar end sebenarnya  bermanfaat untuk mempermudah perubahan posisi pegangan agar pergelangan tangan tidak kebas dan itu artinya membuat gowesan sepeda MTBlebih nyaman. Jadi sebelum memutuskan untuk melepaskan end dari Handle Bar Sepeda MTB goweser baiknya di coba dulu. Salam gowes.

Tips Membersihkan Rantai sepeda

TIPS MEMBERSIHKAN RANTAI SEPEDA – Mungkin ini tips yang sangat mudah, namun sering ‘dilupakan’ oleh sebagian Sobat goweser. So, karena lupa, waktu gowes akhir pekan, ketika dikayuh sepeda sobat mengeluarkan bunyi ‘cit-cit’ atau ‘kretek-kretek’. Itu tandanya rantai kering, dan awas! jika dibiarkan kelamaan, rantai bisa ‘getas’ dan kalo putus di tengah trek so bikin susah bukan?
TIPS MEMBERSIHKAN RANTAI SEPEDA
Jadi, meski hal remeh-temeh, tidak salah jika Sobat baca kembali TIPS MEMBERSIHKAN RANTAI SEPEDA berikut.
Teknik Membersihkan Rantai Sepeda yang pertama. Dan inilah yang seringkali kita lakukan.
  1. Semprot rantai dengan ‘engine degreaser’, tujuannya adalah untuk ‘merontokkan’ bekas pelumas lama yang telah bercampur dengan debu sehingga membuat rantai kotor. Nah di sinilah fungsi degreaser. Ada sebagian goweser yang berpendapat jauhi ‘degreaser’ untuk membersihkan rantai karena ini yang bikin rantai kering. Bagi kami, penggunaan degreasrer tidak masalah, sepanjang langkah berikutnya kita lakukan, lanjut…
  2. Setelah didiamkan 2-3 menit, semprot dengan kucuran air, sikat sedikit seperlunya. Selain menggunakan degreaser pada rantai, bagian cassete juga memerlukan ‘sentuhan’ larutan ini, biar sekalian bersih Sob. Setelah semprotan air kita lakukan, kemudian seka/lap menggunakan kain kering atau sejenisnya.
  3. Tahap terakhir adalah semprot rantai dan cassete dengan pelumas khusus rantai. Pelumas khusus rantai lebih dianjurkan karena pelumas jenis ini akan meninggalkan lapisan tipis silicon, tidak menjadi kering dan kesat setelah waktu yang lama seperti. Dianjurkan pula menggunakan pelumas dengan kandungan wax karena sifatnya yang nampak kering/tidak basah yang justru mengundang debu cepat menempel pada rantai.
Cara Membersihkan Rantai di atas cukup simpel bukan. Namun demikian, ada lagi lho yang lebih praktis lagi. Teknik kedua ini ditempuh karena ‘konon’ teknik sebelumnya tidak mampu/perlu waktu banyak untuk ‘mengusir’ kotoran di sela-sela pin rantai sepeda. Oleh sebab itu, Yuk kita simak Tips Membersihkan Rantai Sepeda berikutnya.
  1. Lepas rantai menggunakan chain cutter (cukup modalin 20rb untuk beli chain cutter dan bisa Sobat pake seterusnya)
  2. masukkan rantai ke botol plastik bekas air mineral, yang telah diisi dengan minyak tanah (bensin juga boleh) setinggi 3-5cm. kocok-kocok botol, biarkan ‘minyak tanah’ atau ‘bensin’ dalam botol merontokkan kotoran yang melekat pada rantai sepeda.
  3. keluarkan, dan lap rantai dengan kain kering, (sebelum memasang rantai, pastikan Sobat juga membersihkan cassete ya) dan pasang kembali rantai pada sepeda.
Hmm..selesai! Sama-sama simpel bukan? Semoga TIPS MEMBERSIHKAN RANTAI SEPEDA di atas bermanfaat ya Sob, buat sepeda kita lebih awet, dan lebih nyaman ‘menemani’ kegiatan ‘weekend warrior’ kita. Happy Cycling!

Jenis-Jenis Sepeda Gunung

Pada dasarnya terdapat lima jenis sepeda gunung atau MTB: cross country, trail, downhill, freeride dan dirt jump. Tiap jenis dirancang untuk medan yang berbeda.

Tiap-tiap jenis sepeda memiliki manfaat dan kerugiannya masing-masing. Saat memilih sepeda gunung (MTB), ketahui dimana Anda akan mengendarainya dan jenis rintangan apa yang akan Anda hadapi.



1. Cross country
Sepeda ini juga dikenal dengan sebutan XC. Sepeda ini dirancang untuk jalur off-road dengan rintangan minim hingga menengah. Sepeda ini dibagi menjadi dua yakni, hardtail mountain bike yang suspensinya hanya berada di depan dan full-suspension mountain bike (fulsus) yang meiliki dua suspensi, depan dan belakang.

Menggunakan hardtail mountain bike, Anda bisa memiliki teknik mengayuh yang baik tanpa perasaan seperti memental. Sepeda ini jauh lebih awet dibanding full-suspension mountain bike dan tak terlalu menuntut perawatan.


Pada full-suspension mountain bike, suspensi depan dan belakang terintegrasi pada rangka sepeda. Sepeda ini jauh lebih nyaman dikendarai dibanding hardtail mountain bike. Di beberapa sepeda, suspensi belakangnya (dan juga depan) bisa dimatikan atau tidak berfungsi.




2. Trail


http://bikereviews.com/wp-content/uploads/2010/03/specialized-sx-trail-ii-2-2008-mountain-bike.jpg

Sepeda ini pada dasarnya merupakan modifikasi cross country namun menggunakan sistem suspensi yang lebih halus untuk mengatasi rintangan yang lebih sulit dan lebih teknis.

Kekurangannya, kayuhan sepeda ini butuh sedikit usaha yang lebih dari pengendaranya akibat meningkatnya suspensi. Tapi saat ini sudah ada teknologi suspensi belakang dan depan yang bisa dimatikan jika tak dibutuhkan.




3. Downhill


http://image.made-in-china.com/2f0j00fMWamVtgaOkR/Santa-Cruz-V10-Full-Suspension-Downhill-Mountain-Bike-Santa-Cruz-V10-.jpg

Sepeda ini dirancang untuk menuruni bukit. Sepeda ini dibuat seringan mungkin sehingga cocok untuk balapan turun. Karena sepeda ini dirancang untuk menuruni bukit, hal ini membuat sepeda ini sulit menaiki bukit.



4. Freeride


http://www.besportier.com/archives/mountain-bikes-on-special-konacoil-air-freeride.jpg

Sepeda ini mirip sepeda downhill namun dirancang agar lebih mudah untuk dikayuh. Sepeda ini merupakan perpaduan cross country dan downhill. Namun, sepeda ini tak akan bekerja sebaik kedua sepeda tersebut jika Anda menginginkan fitur tertentu.


5. Dirt Jump (DJ)


http://www.bikerumor.com/wp-content/uploads/2010/07/scott-bicycles-voltage-24-dirt-jump-mountain-bike01.jpg

Sepeda ini digunakan untuk melompat, dikendarai di jalan dan balap slalom. Beberapa orang menganggap sepeda ini merupakan versi besar BMX yang memiliki suspensi depan. Sepeda ini dirancang agar kuat menahan beban saat melompat.


source: http://www.apakabardunia.com/2011/03/mengenal-tipe-tipe-sepeda-gunung.html